hit counter

Rekayasa Ulang Proses Bisnis

Rekayasa ulang proses bisnis (business process reengineering/BPR) melibatkan disain ulang radikal terhadap proses bisnis inti untuk mencapai perbaikan dramatis dalam produktivitas, waktu siklus dan kualitas. Dalam BPR, perusahaan mulai dengan selembar kertas kosong dan memikirkan ulang proses yang ada untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan. Mereka biasanya mengambil sistem nilai baru yang lebih menekankan pada kebutuhan pelanggan. Perusahaan mengurangi lapisan organisasi dan menghapus kegiatan-kegiatan produktif di dua bidang utama. Pertama, mereka mendesain ulang organisasi fungsional ke dalam tim lintas fungsional. Kedua, mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan penyebaran data dan pengambilan keputusan.

Langkah-langkah:

  1. Memfokuskan kembali nilai-nilai perusahaan kepada kebutuhan pelanggan.
  2. Mendesain ulang proses inti, yang biasanya menggunakan teknologi informasi untuk memungkinkan perbaikan.
  3. Mereorganisasi bisnis ke dalam tim-tim lintas fungsional dengan tanggung jawab awal sampai akhir atas proses.
  4. Memikirkan ulang masalah organisasi dan personil yang mendasar.
  5. Meningkatkan proses bisnis di seluruh organisasi.

Manfaat:

  1. Mengurangi biaya dan waktu siklus dengan menghilangkan aktivitas yang tidak produktif dan karyawan yang melakukannya. Reorganisasi menjadi tim-tim mengurangi kebutuhan untuk lapisan manajemen, mempercepat arus informasi, dan menghilangkan kesalahan dan pengerjaan ulang yang disebabkan oleh beberapa pengalihan pekerjaan.
  2. Meningkatkan kualitas dengan mengurangi fragmentasi pekerjaan dan membentuk kepemilikan proses yang jelas. Pekerja bertanggung jawab atas hasil kerja mereka dan dapat mengukur kinerja mereka berdasarkan umpan balik yang cepat.