hit counter

Kas: Jangan Berlebih dan Jangan Pula Kekurangan

Setiap bisnis membutuhkan uang tunai di tangan agar bisa menjalankan operasional harian secara lancar. Bila Anda pemilik perusahaan atau manajer yang mengelola keuangan perusahaan, Anda harus selalu punya sejumlah uang di bank. Perusahaan tidak bisa hanya hidup pas-pasan dan menunggu uang tunai dari hasil penagihan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran. Gaji karyawan harus dibayar tepat waktu, tagihan pemasok harus dibayar sesuai janji, listrik, telepon dan air harus dibayar sebelum tanggal batas pembayaran agar tidak diputus. Singkatnya, perusahaan perlu saldo kas minimum untuk memastikan kelancaran usahanya.

Banyak perusahaan mempertahankan saldo kas yang agak besar, sebagian biasanya diinvestasikan dalam investasi jangka pendek yang aman seperti deposito berjangka satu atau dua bulan, atau deposit on call. Namun demikian, bila saldo kas terlalu besar yang ditanamkan di instrumen-instrumen jangka pendek itu, perusahaan juga akan rugi karena bunganya sangat rendah. Selain itu, besarnya kas di tangan bisa menggoda untuk melakukan pengeluaran yang tidak perlu, bahkan mengundang kecurangan oleh pegawai. Uang tunai adalah aset yang paling berisiko untuk kecurangan.

Tidak ada patokan pasti berapa saldo kas yang tepat. Secara umum, banyak yang berpendapat bahwa saldo kas yang ideal berkisar pada angka hasil penjualan dua atau tiga minggu. Itu bila bisnis Anda menghasilkan penjualan yang relatif merata sepanjang bulan dan tahun. Bila tidak, maka rumusannya mungkin tidak berlaku. Yang jelas, selain cukup untuk memenuhi gaji dan pengeluaran rutin lain serta pembayaran tagihan yang jatuh tempo, saldo kas Anda harus juga mencakup dana untuk pengeluaran tak terduga.