hit counter

Cara Menaikkan Harga Tanpa Membuat Pelanggan Lari

Pemerintah mungkin menyebut bahwa inflasi kurang dari 10% per tahun. Bahkan angkanya bisa berkisar 6-7% per tahun. Namun, faktanya Anda sebagai pengusaha merasakan biaya-biaya meningkat lebih dari itu. Bertahan dengan harga yang ada saat ini berarti laba Anda akan terus tergerus. Sebaliknya, menaikkan harga juga bisa membuat pelanggan lari dan menurunkan omzet, yang berarti juga laba.

Jadi bagaimana sebaiknya?

Gunakan tips berikut agar Anda bisa menaikkan harga tanpa membuat pelanggan lari:

  • Naikkan secara bertahap. Kenaikan harga yang drastis akan membuat pelanggan terkejut. Misalnya, Anda menjual ayam goreng dari semula Rp10 ribu sepotong tiba-tiba Anda naikkan menjadi Rp15 ribu. Kenaikan 50% itu akan sangat memberatkan pelanggan. Inilah mengapa sebaiknya tidak menunda-nunda menaikkan harga. Peritel seperti Indomaret dan Alfamart sangat tahu mengenai hal ini. ¬†Mereka melakukan kenaikan harga sedikit demi sedikit, misalnya hanya Rp200-500 rupiah dalam satu kenaikan, sehingga tidak terasa. Dalam setahun, harga suatu barang mungkin sudah naik Rp2.000- Rp5.000 tanpa Anda ketahui!
  • Ikuti kenaikan harga dengan pertambahan nilai (atau harga tetap tapi dengan penurunan nilai). Bila Anda seorang dokter gigi yang berpraktik pribadi, Anda bisa menaikkan tarif perawatan gigi namun bila sebelumnya pasien Anda tidak bisa dirawat sambil nonton TV, mendengarkan musik atau dalam ruangan dingin berpewangi, kini mereka mendapatkannya. Kenaikan tarif jauh lebih dari mencukupi untuk menutupi kenaikan biaya layanan itu. PT Kereta Api menaikkan harga secara tidak langsung ketika menghilangkan layanan katering gratis tanpa menurunkan biaya tiket. Namun berhati-hatilah Anda untuk menirunya karena pengurangan layanan bisa membuat pelanggan marah dan memberi kesan buruk.
  • Umumkan kenaikan harga di muka. Pelanggan akan lebih mudah menerima bila Anda mengumumkan kenaikan harga di muka. Jika Anda mengelola sebuah kafe, pertimbangkan untuk memasang pemberitahuan di pintu depan yang memberitahu pelanggan Anda bahwa mulai bulan depan harga paket-paket makanan dan minuman akan ada kenaikan rata-rata 5 persen, misalnya. ¬†Berikanlah alasan yang tepat, misalnya, karena kenaikan harga-harga bahan baku atau demi perbaikan layanan. Jangan menggunakan alasan yang tidak profesional seperti karena suami Anda baru terkena PHK atau anak Anda perlu biaya kuliah!