hit counter

4 Pilar Pertumbuhan Bisnis

Bila Anda ingin membangun bisnis Anda, bayangkanlah bahwa bisnis Anda adalah sebuah rumah yang memiliki empat tiang atau pilar (orang Jawa menyebutnya sokoguru, yang umum dijumpai pada rumah tradisional Jawa).

Untuk tumbuh, keempat pilar itu harus kokoh. Apa saja keempat pilar itu?

Pilar 1: Visi

Agar bisnis bisa tumbuh, Anda dan semua anggota organisasi harus benar-benar punya visi atau keinginan yang kuat untuk tumbuh. Visi itu harus menjadi suatu cita-cita bersama, di bawah kepemimpinan yang kuat. Tanpa kesatuan visi dan kepemimpinan, setiap orang akan memiliki agenda sendiri yang saling bersaing menyedot energi organisasi. Untuk itu, visi perlu dikomunikasika, ditafsirkan, dibumikan dan diterjemahkan ke dalam seperangkat rencana tindakan yang terorganisir untuk diwujudkan.

Pilar 2: Organisasi

Bisnis harus berubah saat bertumbuh. Perubahan ini dapat diantisipasi dan direncanakan, termasuk perubahan cara Anda merekrut, mengelola dan menghargai orang, menerapkan sistem kontrol untuk memantau kemajuan atau masalah organisasi, dll. Sistem kontrol penting untuk pengembangan bisnis karena memastikan bahwa manajemen puncak memperhatikan hal yang tepat di saat yang tepat.

Pilar 3: Pemasaran

Peluang keberhasilan bisnis sangat tergantung pada seberapa baik Anda memahami perubahan situasi pasar dan dampaknya terhadap produk dan jasa Anda serta manfaat yang mereka berikan kepada pelanggan. Kemampuan Anda untuk memprediksi perubahan posisi Anda di pasar sesuai pertumbuhan bisnis dan menyesuaikan strategi dan taktik sesuai perubahan itu juga menentukan. Selain itu, Anda juga perlu membangun inovasi dalam organisasi untuk mengenali dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pasar.

Pilar 4: Keuangan

Agar pertumbuhan bisnis berkelanjutan, Anda perlu arus kas. Untuk memulai dan mempertahankan pertumbuhan, Anda perlu tahu berapa banyak kas yang Anda butuhkan dan kapan. Memahami bagaimana bisnis Anda menggunakan dan menghasilkan kas dan hubungan antara kebutuhan modal Anda dengan skala bisnis Anda sangat penting. Banyak bisnis yang gagal bukan karena mereka tidak menghasilkan laba, tapi karena kehabisan kas di tengah jalan.