hit counter

4 Langkah Merencanakan Kebutuhan SDM

Perencanaan kebutuhan SDM merupakan salah satu hal yang sangat penting bagi keberhasilan perusahaan. Dengan perencanaan SDM yang baik maka akan ada jumlah personil yang tepat, dengan kualifikasi yang tepat, di saat yang tepat sesuai kebutuhan. Terlalu banyak SDM akan membebani perusahaan, terlalu sedikit akan menghambat pertumbuhannya.

Apa saja yang harus dilakukan untuk merencanakan kebutuhan SDM?

1. Membuat asumsi kebutuhan

Asumsi kebutuhan SDM dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan internal organisasi dan faktor lingkungan, mencakup: estimasi kebutuhan, prioritas/strategi bisnis, perkiraan anggaran jangka pendek dan jangka panjang, rencana teknologi baru, perubahan kompetensi yang dibutuhkan, tingkat perputaran SDM, dll.

2. Memvalidasi asumsi kebutuhan

Memvalidasi asumsi-asumsi kebutuhan SDM dengan memanfaatkan kelompok fokus atau pemberian kuesioner / wawancara dengan berbagai pemimpin dalam organisasi. Umpan balik yang diberikan akan memastikan
bahwa asumsi yang dikumpulkan adalah valid dan didasarkan pada data dasar yang tersedia. Selain itu, umpan balik memberikan wawasan atas alasan di balik asumsi.

3. Menciptakan skenario

Skenario adalah mengembangkan alternatif berdasarkan kombinasi asumsi-asumsi, fakta dan tren yang berbeda. Skenario umumnya merupakan pernyataan deskriptif yang menyajikan gambaran tertentu di masa depan yang mencakup prediksi kemungkinan peristiwa tertentu. Selain itu, skenario biasanya disertai dengan informasi kualitatif atau kuantitatif.

Skenario dapat dibuat dalam tiga versi: terbaik, terburuk dan paling mungkin terjadi.

4. Analisis kesenjangan

Setelah menyelesaikan alternatif skenario organisasi, Anda perlu melihat kembali tenaga kerja saat ini dan kebutuhan masa depan untuk mengidentifikasi kesenjangan dalam jumlah dan tingkat keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masa depan berdasarkan pada skenario yang paling mungkin terjadi.